Mengharukan, Kedatangan Jenazah Pramugari Florencia Wibisono di Manado

KOTA MANADO, SULUT31 Dilihat
banner 468x60

NADAYUDHA,Manado — Jenazah pramugari Indonesia Air Transport Florencia Lolita Wibisono, yang akrab disapa Olen, korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, akhirnya tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Jumat 23 Januari 2026, pukul 13.50 Wita.

Kedatangan jenazah disambut isak tangis dan suasana haru dari keluarga serta kerabat.

banner 336x280

Kakak Korban, Natasya Wibisono  menyampaikan, bahwa setelah tiba di Manado jenazah akan langsung dibawa ke kampungnya di desa Ranomerut, untuk mengikuti ibadah penyambutan.

Sementara itu, ibadah pemakaman rencananya dilaksanakan pada Sabtu siang 24 Januari 2026 pukul 12.00 WITA, jenazah dimakamkan di pemakaman keluarga yang berada di Ranomerut, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Keluarga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat.

Apresiasi khusus diberikan kepada TNI, Polri, Basarnas, tim forensik, serta semua pihak yang telah bekerja keras hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan dipulangkan ke keluarga masing-masing.

“Terima kasih untuk semua yang sudah berjuang dalam pencarian. Kami bersyukur akhirnya bisa membawa Olen pulang. Kami berharap keluarga korban lainnya juga dapat segera memakamkan anggota keluarga mereka dengan layak,” ujarnya.

Keluarga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat.

Apresiasi khusus diberikan kepada TNI, Polri, Basarnas, tim forensik, serta semua pihak yang telah bekerja keras hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan dipulangkan ke keluarga masing-masing.

“Terima kasih untuk semua yang sudah berjuang dalam pencarian. Kami bersyukur akhirnya bisa membawa Olen pulang. Kami berharap keluarga korban lainnya juga dapat segera memakamkan anggota keluarga mereka dengan layak,” ujarnya.

Mengenang sosok Olen, keluarga menggambarkannya sebagai pribadi yang ceria, peduli, dan penuh kasih. Olen dikenal gemar membantu orang lain, memiliki integritas, serta sangat menyayangi keluarga.

“Dia selalu berusaha memberi, walaupun mungkin dirinya sendiri sering tidak memikirkan keadaan dia,” ucap kakaknya.

Dikatakan, Komunikasi terakhir keluarga dengan Olen terjadi sehari sebelum kecelakaan. Saat itu, Olen sempat melakukan panggilan video dan menyampaikan bahwa dirinya berada di Semarang dan akan melanjutkan penerbangan ke Yogyakarta untuk menginap.

Keesokan harinya, keluarga mendapat kabar bahwa pesawat yang ditumpangi Olen dinyatakan hilang kontak, sebelum akhirnya dinyatakan mengalami kecelakaan.

Kepergian Florencia Lolita Wibisono meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan kerja dan masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok pramugari muda yang berdedikasi dan penuh semangat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *