Bukan Sekadar Tim Pemburu, Resmob II Polres Minahasa Hadir Sebagai Penjaga Kedamaian

HUKRIM, MINAHASA82 Dilihat
banner 468x60

MINAHASA,nadayudha – Terik matahari di Kelurahan Kampung Jawa, Tondano Utara, Kamis (12/3/2026) siang itu seolah luluh oleh suasana hangat yang tercipta di sebuah pangkalan ojek sederhana. Di sana, deretan motor yang biasanya terparkir rapi menunggu penumpang, kini menjadi saksi bisu sebuah diskusi santai namun sarat makna.

​Bukan operasi penangkapan atau pengejaran kriminal yang membawa Tim Resmob II Polres Minahasa ke lokasi ini. Di bawah komando Kepala Tim (Katim) Aipda Suryadi, SH, tim yang biasanya bergelut dengan pengungkapan kasus-kasus besar ini memilih untuk “melepas seragam ketat” mereka dan duduk melingkar bersama para penguasa jalanan: para tukang ojek.

banner 336x280

​Langkah ini merupakan bagian dari inovasi Kamtibmas yang digagas Resmob II. Fokusnya satu: Menyemai rasa aman menjelang bulan suci Ramadhan.

​Kampung Jawa Tondano, dengan akar tradisi Islam yang kuat di jantung Minahasa, menjadi titik krusial bagi kepolisian untuk menitipkan pesan damai. Aipda Suryadi memahami bahwa keamanan bukan hanya soal patroli bersenjata, melainkan soal membangun kepercayaan di atas bangku pangkalan.

​”Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di Kampung Jawa bisa menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk. Para pengendara ojek ini adalah mitra strategis; mereka ada di jalanan hingga larut malam, mereka adalah mata dan telinga kami,” ujar Aipda Suryadi, SH di sela-sela obrolan dengan warga.

 

​Sambil sesekali melempar tawa khas warga Minahasa, Aipda Suryadi memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga situasi yang kondusif. Ia menekankan agar para pengendara tetap waspada terhadap potensi tindak kriminalitas jalanan yang sering kali meningkat menjelang hari raya, sekaligus mengajak mereka menjadi pelopor kerukunan antarwarga.

​Pendekatan dialogis ini terasa berbeda. Tidak ada kesan kaku atau intimidatif. Bagi para tukang ojek, kehadiran sosok Katim yang komunikatif memberikan rasa bangga sekaligus tenang.

​”Biasanya kami melihat Tim Resmob hanya saat patroli cepat. Tapi hari ini Pak Suryadi duduk langsung bersama kami, bicara soal persiapan Ramadhan dan keamanan lingkungan. Ini membuat kami merasa dihargai dan lebih tenang bekerja, terutama saat menarik penumpang di malam hari nanti,” ungkap salah seorang pengendara ojek di pangkalan tersebut.

​Inovasi dari Resmob II Polres Minahasa ini membuktikan bahwa di tanah Minahasa yang toleran, keamanan sejati dibangun dari silaturahmi yang erat. Di pangkalan ojek Kampung Jawa, sebuah komitmen tanpa lisan telah terjalin: memastikan Tondano tetap teduh, aman, dan penuh keberkahan menyambut bulan suci.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *