MINAHASA, nadayudha – Persmin secara tegas mengungkap dugaan adanya tekanan mental terhadap salah satu pemainnya yang juga merupakan pegawai di instansi bank daerah dibawah Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
“Tekanan tersebut diduga tidak hanya berupa pembatasan izin dari pimpinan cabang, tetapi juga upaya sistematis untuk memaksa pemain bersangkutan memperkuat Persma Manado.”Ungkap Humas Persmin Jeffry Uno.
Langkah ini dinilai Jeffry Uno sebagai bentuk intervensi yang tidak etis dan mencederai profesionalisme dalam dunia sepak bola daerah.
Alih-alih fokus membangun kekuatan tim sendiri, oknum manajemen justru diduga mencampuri urusan internal klub lain.
Lebih serius lagi, dikatakan Uno, Persmin menyoroti adanya dugaan pencatutan nama Gubernur Sulawesi Utara, YSK, oleh oknum ofisial Persma untuk memperkuat tekanan terhadap pemain. Dan menilai tindakan tersebut sebagai upaya yang tidak bertanggung jawab dan berpotensi menyesatkan.
Jeffry menegaskan Menejemen Persmin tidak percaya bahwa Gubernur YSK berpihak pada salah satu klub. Justru, sebagai kepala daerah, Gubernur diyakini keinginan memajukan olahraga menjunjung tinggi netralitas dan sportivitas, terlebih menjelang bergulirnya Liga 4.
“Saya atas nama offisial Persmin memperingatkan agar praktik-praktik seperti ini segera dihentikan. Sepak bola Sulawesi Utara tidak boleh dirusak oleh kepentingan sempit dan tindakan yang mencederai integritas kompetisi.
“Jangan ada lagi tekanan terhadap pemain klub lain. Liga 4 harus menjadi ajang kompetisi yang bersih, adil, dan bermartabat, bukan arena intervensi,” tegas Jefry Uno Humas Persmin.
