Dari Lapangan God Bless hingga Pekuburan Viral: Gotong Royong Pemkab Minahasa, TNI–Polri Pulihkan Wajah Kota

Pagi itu, Lapangan God Bless belum sepenuhnya ramai oleh aktivitas warga. Namun sejak pukul 07.30 WITA, ratusan ASN Pemkab Minahasa, personel TNI, dan Polri sudah berbaris rapi mengikuti Apel Kerja Bakti yang dipimpin langsung Bupati Minahasa Robby Dondokambey, S.Si, MAP. Dari lapangan inilah semangat gotong royong kembali digaungkan, menandai dimulainya aksi bersama merawat wajah Kota Tondano.

Apel tersebut bukan sekadar seremonial. Dalam amanatnya, Bupati menekankan bahwa kerja bakti adalah bentuk nyata tindak lanjut Gerakan Indonesia Asri, sebuah gerakan nasional yang mengajak semua pihak menciptakan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah. Ia mengingatkan bahwa kebersihan bukan hanya soal estetika, tetapi juga cerminan kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap ruang hidup.

Usai apel, barisan peserta menyebar ke berbagai titik. ASN Pemkab Minahasa bergerak membersihkan kawasan Pusat Perbelanjaan Tondano, sekitar Lapangan God Bless, Kantor Bupati Minahasa hingga pertigaan Patung Korengkeng Sarapung. Sapu, cangkul, dan kantong sampah bekerja seirama, membersihkan sisa-sisa sampah yang selama ini mengganggu kenyamanan ruang publik.

Sementara itu, unsur TNI–Polri menyasar lokasi yang selama ini menjadi sorotan masyarakat, yakni kawasan Pasar Rakyat Tondano hingga kompleks pekuburan Wawalintouan. Lokasi pemakaman tersebut sempat viral karena dijadikan tempat pembuangan sampah oleh oknum masyarakat. Tumpukan sampah yang mencederai nilai kesakralan tempat peristirahatan terakhir itu kini dibersihkan satu per satu, sebagai bentuk kepedulian sekaligus pesan moral bahwa ruang publik, apalagi kawasan pemakaman, harus dijaga martabatnya.

Menjelang pukul 10.00 WITA, kerja bakti berakhir. Area yang sebelumnya tampak kumuh mulai kembali bersih dan tertata. Lebih dari sekadar sampah yang terangkat, kegiatan ini meninggalkan harapan: tumbuhnya kembali kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau aparat, melainkan seluruh masyarakat Minahasa.