Malam di Balai Desa Lalumpe, Kecamatan Kombi, Kamis 12 Februari 2026, terasa berbeda. Jarum jam menunjuk pukul 19.25 WITA ketika satu per satu peserta memenuhi ruangan. Di balik suasana yang hangat dan bersahaja, sebuah agenda penting sedang disiapkan: Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 Kecamatan Kombi.
Forum ini bukan sekadar pertemuan rutin. Ia menjadi ruang bersama, tempat gagasan, harapan, dan kebutuhan masyarakat dirajut menjadi arah pembangunan daerah. Dari desa hingga kecamatan, suara-suara akar rumput mendapat tempat untuk didengar dan dirumuskan.
Musrenbang RKPD Tahun 2027 ini digelar dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Minahasa, dengan agenda utama meliputi pemaparan situasi dan kondisi pembangunan dari seluruh kepala desa se-Kecamatan Kombi, penyerapan aspirasi serta usulan pemerintah desa, hingga penyusunan rencana kerja pembangunan desa untuk tahun 2027.
Kegiatan pra-Musrenbang dipimpin langsung oleh Camat Kombi, James Frenly Limpele, S.Sos, MAP, yang menegaskan bahwa perencanaan pembangunan harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar angka di atas kertas.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa, di antaranya Asisten I Drs. Reviva Maringka dan Asisten II Drs. Vicky Tanor, unsur Forkopimcam seperti Kapolsek Kombi AKP Andris Kasim, Kepala Puskesmas Kombi dr. Brian Olamban, perwakilan OPD teknis, Ketua PKK Kecamatan Kombi, para hukum tua, sekretaris desa, serta perangkat kecamatan dan desa.
Rangkaian acara dimulai dengan ucapan selamat datang oleh Sekretaris Camat Kombi Youla Karaseran, SE, dilanjutkan doa pembuka oleh Pdt. Enji Lengkong. Dalam sambutan pengantarnya, Camat Kombi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar usulan pembangunan yang lahir dari desa dapat terakomodasi secara realistis di tingkat kabupaten.
Materi utama disampaikan oleh Asisten II Kab. Minahasa, Drs. Vicky Tanor, yang menjelaskan bahwa Musrenbang RKPD merupakan forum strategis untuk menyusun rencana kerja pemerintah daerah secara partisipatif. Menurutnya, proses ini memastikan perencanaan yang transparan, akuntabel, serta selaras dengan kebijakan nasional dan daerah.
Sementara itu, Asisten I Kab. Minahasa, Drs. Reviva Maringka, dalam pemaparannya menegaskan bahwa tema RKPD 2027 berfokus pada penguatan transformasi ekonomi dan sosial yang harmoni dan berkelanjutan. Ia memaparkan capaian pembangunan sebelumnya, sekaligus tantangan ke depan seperti ketahanan pangan, digitalisasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam forum tersebut juga dijelaskan dua pendekatan utama dalam penyusunan RKPD, yakni sistem top-down dan bottom-up, serta harmonisasi antara program sentralisasi dan desentralisasi. Seluruh usulan dari desa dan kecamatan akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menetapkan skala prioritas pembangunan Kabupaten Minahasa tahun 2027.
Kegiatan ditutup dengan doa oleh Pdt. Enji Lengkong Rasu, S.Th, serta ucapan terima kasih dari Sekretaris Camat Kombi. Musrenbang RKPD Kecamatan Kombi berakhir pada pukul 12.35 WITA dalam situasi aman dan kondusif.
Dari Balai Desa Lalumpe malam itu, harapan dititipkan. Harapan agar setiap rencana yang disusun tidak berhenti di meja rapat, tetapi benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kombi di tahun-tahun mendatang.







