Dua Remaja Meninggal Dunia, Satu Dirawat dan Satu Masih Dicari Usai Terseret Arus di Pantai Tuturuga

Berita, HOME, MINAHASA11 Dilihat
banner 468x60

MINAHASA – Dua remaja asal Kota Tomohon meninggal dunia setelah terseret ombak dan arus laut saat berenang di kawasan Pantai Wisata Tuturuga, Desa Ranowangko II, Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa, Sabtu (22/8/2026) sore.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WITA. Saat itu, sejumlah remaja sedang berwisata dan berenang di kawasan pantai. Namun, kondisi laut membuat mereka terseret ombak dan arus.

banner 336x280

Salah seorang saksi, F.D. (18), yang turut berada di lokasi, berupaya meminta pertolongan kepada warga setelah dirinya bersama para korban terseret arus.

Mendengar teriakan tersebut, H.E. (18) kemudian berusaha memberikan pertolongan. Dalam proses penyelamatan, salah seorang korban sempat menarik pakaian H.E. hingga akhirnya korban berhasil dibawa menuju tepian pantai.

Korban yang berhasil dievakuasi ke daratan kemudian dibawa warga ke RSU Tondano untuk mendapatkan penanganan medis.

Dalam kejadian tersebut, G.K. (18) dan C.P. (18) dinyatakan meninggal dunia. Sementara M.S. (18) masih menjalani perawatan medis di RSU Tondano.

Sedangkan satu korban lainnya, K.L. (18), hingga kini masih dalam pencarian setelah belum ditemukan pascakejadian.

Polisi Lakukan Penanganan dan Koordinasi Pencarian

Menerima laporan kejadian, personel Polsek Kombi segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. Polisi mengamankan lokasi kejadian, meminta keterangan dari sejumlah saksi, membantu proses evakuasi, serta berkoordinasi dengan instansi terkait dalam upaya pencarian korban.

Polsek Kombi juga berkoordinasi dengan Basarnas untuk melakukan pencarian terhadap K.L. yang masih belum ditemukan.

Selain melakukan pencarian, kepolisian turut mendalami rangkaian kejadian untuk mengetahui secara jelas kronologi serta faktor yang menyebabkan para korban terseret arus.

Pendalaman dilakukan antara lain terhadap kondisi ombak dan arus laut saat kejadian, aktivitas para korban sebelum peristiwa, serta aspek keselamatan di kawasan wisata tersebut.

Kapolsek Kombi AKP Andris Kasim mengatakan, pihaknya masih melakukan pengumpulan bahan keterangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Prioritas kami saat ini adalah pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan serta memastikan seluruh rangkaian kejadian dapat diketahui secara jelas. Kami juga melakukan pendalaman terhadap aspek keselamatan di lokasi,” ujarnya.

Kepolisian mengimbau masyarakat dan wisatawan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca serta arus laut sebelum melakukan aktivitas di kawasan pantai. Pengunjung juga diminta mematuhi tanda dan peringatan keselamatan serta tidak memaksakan diri berenang apabila kondisi laut dinilai membahayakan.

Bhabinkamtibmas bersama pemerintah desa dan pihak terkait juga diharapkan terus memberikan edukasi kepada masyarakat maupun wisatawan mengenai potensi bahaya di kawasan pantai.

Hingga saat ini, proses pencarian terhadap K.L. masih dilakukan. Kepolisian bersama tim terkait terus berupaya menemukan korban sekaligus memberikan kepastian kepada pihak keluarga.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar mengutamakan keselamatan ketika beraktivitas di kawasan wisata pantai, khususnya dengan memperhatikan kondisi cuaca, gelombang, dan arus laut.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *