NADAYUDHA,Manado – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus resmi membentuk Tim Khusus (Timsus) Gubernur untuk Percepatan Akses Program Strategis sebagai langkah terukur menjawab tantangan pembangunan daerah di tengah pengetatan anggaran pemerintah daerah.
Tim ini diposisikan sebagai “pancaindra” Gubernur dalam mengamankan program prioritas strategis dan monumental bagi Sulawesi Utara.
Pembentukan Timsus ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Gubernur yang dirangkaikan dengan rapat perdana Tim Khusus di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara serta OPD pendamping strategis, yakni Bappeda dan BKAD.
Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa saat ini bantuan pemerintah pusat kepada daerah mengalami pengetatan, sementara sebagian besar anggaran justru terkonsentrasi di kementerian dan lembaga.
Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk lebih aktif, adaptif, dan terorganisasi dalam mengakses peluang program strategis dari pusat.
“Karena itu saya membentuk tim khusus, semacam tim pemburu, yang tugasnya bukan menunggu, tetapi aktif mengejar dan mengamankan program strategis di pusat untuk Sulawesi Utara,” tegas Gubernur.
Menurut Gubernur, kehadiran Tim Khusus menjadi solusi atas keterbatasan OPD yang memiliki rutinitas kerja tinggi.
Timsus diharapkan mampu mempercepat proses pengusulan, sinkronisasi, serta pengawalan program strategis ke kementerian dan lembaga terkait.
Dalam konteks tersebut, Tim Khusus berperan sebagai pancaindra Gubernur—menjadi mata, telinga, mulut, dan kaki Gubernur dalam memastikan kepentingan daerah terwakili secara optimal.
Gubernur berharap mulai tahun 2026 dan seterusnya, Tim Khusus mampu menghadirkan program-program strategis nasional yang berdampak besar, berkelanjutan, serta menjadi legacy pembangunan yang monumental bagi Sulawesi Utara.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan pentingnya prinsip perimbangan wilayah dalam pembangunan daerah.
Fasilitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi harus tersebar merata di seluruh kabupaten dan kota, dengan diferensiasi fungsi yang jelas agar tercipta persaingan yang sehat dan saling melengkapi antarwilayah.
“Salah satu tugas Tim Khusus adalah memback-up titik lemah koordinasi OPD agar lebih solid dan sinergis. Tujuan akhirnya adalah Sulawesi Utara yang maju, berdaya saing, dan meninggalkan warisan pembangunan yang nyata serta bermanfaat bagi generasi mendatang,” ujar Gubernur menutup arahannya.
Adapun susunan personalia Tim Khusus Gubernur Sulawesi Utara adalah sebagai berikut:
Koordinator Tim: Susi F. Sigar
Sekretaris Tim: Ivanry Matu
Wakil Koordinator Bidang Perencana Strategis dan Hubungan Antar Lembaga: Fanny A. Wulur
Wakil Koordinator Bidang Stakeholder dan Prasarana Strategis Daerah: Julius Jems Tuuk
Wakil Koordinator Bidang Komunikasi dan Kerja Sama: Elisabeth A. Lihiang







