Merajut Kolaborasi Lawan Stunting, Langowan Timur Satukan Langkah Sejak Perencanaan

LANGOWAN TIMUR – Upaya menekan angka stunting tidak bisa berjalan sendiri. Kesadaran itulah yang terasa kuat dalam pelaksanaan Rapat Koordinasi dan Pra Musrembang Aksi Konvergensi Percepatan dan Penurunan Stunting Kecamatan Langowan Timur, yang digelar pada Senin (9/2/2026) pagi di Kantor Desa Karondoran. Sejak pukul 10.15 WITA, ruangan dipenuhi para pemangku kepentingan yang hadir dengan satu tujuan bersama: memastikan generasi masa depan Langowan Timur tumbuh sehat dan berkualitas.

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Langowan Timur Ruland Massie, SE, Danramil Langowan Kapten Inf Lendy Lengkey, Kapolsek Langowan IPDA March Faldry Makaampoh, S.H., M.H, jajaran Puskesmas Wolaang, BLKB Langowan Timur, para Hukum Tua se-Kecamatan Langowan Timur, pendamping desa, hingga unsur terkait lainnya. Acara diawali dengan doa pembuka oleh Grace Kuhu, dilanjutkan menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang menambah nuansa kebersamaan dan tanggung jawab kolektif.

Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, Camat Langowan Timur Ruland Massie menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menurunkan angka stunting. Menurutnya, Pra Musrembang menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan program, menyatukan usulan, serta memastikan setiap rencana benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Pemaparan teknis kemudian disampaikan oleh Kepala Puskesmas Wolaang yang diwakili dr. Julia Pioh, serta BLKB Langowan Timur oleh Dicki Suryapriyatna, yang mengulas peran kesehatan dan keluarga berencana dalam pencegahan stunting sejak dini.

Sorotan khusus muncul saat Kapolsek Langowan IPDA March Faldry Makaampoh menyampaikan dukungan penuh Polri terhadap penanganan stunting. Ia menegaskan pentingnya pengawasan dan akuntabilitas agar setiap program yang disetujui dapat dimanfaatkan secara tepat dan tidak terjadi penyimpangan. Selain itu, Kapolsek juga mengingatkan aspek ketertiban umum, mulai dari aturan izin keramaian hingga batas waktu kegiatan, sebagai bagian dari menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.

Tak hanya soal stunting, Kapolsek Langowan turut mengaitkan isu ketahanan pangan sebagai fondasi penting kesehatan masyarakat. Ia mengapresiasi peran Hukum Tua Teep yang telah menunjang program penanaman jagung, sejalan dengan program prioritas Presiden RI. Polsek Langowan, lanjutnya, siap mendukung kelompok tani melalui pendataan, pelaporan ke gugus tugas Polri, hingga fasilitasi bibit dan pupuk. Di sisi lain, ia juga mengajak pemerintah desa dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, pengawasan terhadap ODGJ, serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas melalui edukasi dan kepatuhan aturan.

Setelah sesi penyampaian dari para Hukum Tua dan pendamping desa, kegiatan ditutup dengan doa. Hingga berakhir pada pukul 12.00 WITA, Rakor dan Pra Musrembang ini berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kolaborasi. Dari Karondoran, Langowan Timur menegaskan komitmennya: melawan stunting bukan hanya soal program, tetapi tentang kerja bersama, kepedulian, dan keberlanjutan demi masa depan generasi Minahasa.