Operasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) kali ini melibatkan kekuatan penuh sebanyak tujuh personil, yakni Aiptu J. Pinangkaan, Aiptu S. Limpele, Aiptu Z. Maas, Aipda M. Christian, Aipda R. Tumiwa, SH, Aipda M. Wowor, dan Bripda Y. Tinangon.
Fokus pada Titik Keramaian dan Lokasi Rawan
Penyisiran dilakukan secara terukur di tiga desa utama, yakni Desa Eris, Desa Watumea, hingga Desa Telap. Tidak sekadar berpatroli, petugas turun langsung ke tengah keramaian masyarakat untuk melakukan pendekatan persuasif.
Dalam salah satu dokumentasi di lapangan, terlihat petugas memberikan edukasi kepada sekelompok pemuda yang berkumpul di sekitar area parkir dan ATM. Pemeriksaan dilakukan secara humanis namun tegas guna memastikan tidak adanya senjata tajam, minuman keras, maupun aktivitas yang berpotensi memicu keributan.
Merespons Kegiatan Masyarakat
Malam Minggu seringkali identik dengan peningkatan mobilitas warga. Oleh karena itu, sasaran utama KRYD malam ini mencakup:
-
Giat Masyarakat: Petugas memantau langsung acara-acara kemasyarakatan yang melibatkan banyak orang untuk mencegah gesekan antarwarga.
-
Lokasi Rawan Kejahatan: Patroli menyentuh jalanan yang minim penerangan dan area pemukiman yang sunyi demi meminimalisir niat pelaku kejahatan seperti pencurian kendaraan bermotor.
-
Pemeriksaan Kendaraan: Kelengkapan kendaraan bermotor juga menjadi atensi guna memastikan kepatuhan berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan di malam hari.
Situasi Kondusif
Kehadiran personil Polsek Eris di tengah gelapnya malam memberikan rasa tenang bagi warga sekitar. Dialog yang terbangun antara polisi dan masyarakat menunjukkan adanya sinergi yang kuat dalam menjaga lingkungan masing-masing.
Hingga patroli berakhir, situasi di wilayah hukum Polsek Eris dilaporkan tetap aman, lancar, dan terkendali. Langkah preventif ini diharapkan mampu memberikan dampak psikologis positif bagi warga serta memberikan pesan kuat bahwa pihak kepolisian selalu hadir setiap saat.








