Tondano — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan dan visi Indonesia Emas 2045. Melalui kegiatan penelitian yang dilaksanakan secara terstruktur, Polri berupaya merumuskan kebijakan strategis bagi pimpinan, khususnya Kapolri, guna memperkuat peran institusi dalam mendukung sektor pertanian dan pangan di seluruh wilayah Indonesia.

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang komprehensif bagi pimpinan Polri dalam mendukung program ketahanan pangan. Metodologi yang digunakan meliputi pengisian kuesioner secara online, wawancara mendalam (indepth interview), pengecekan atau observasi terhadap Almatsus Dalmas serta lahan ketahanan pangan, hingga dokumentasi dan publikasi kegiatan. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan gambaran riil kondisi di lapangan sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi.
Kegiatan penelitian dilaksanakan selama beberapa hari, dimulai pada Minggu, 3 Mei 2026, dengan keberangkatan tim dari Jakarta. Selanjutnya pada Senin, 4 Mei 2026, tim melaporkan kedatangan kepada Kapolda atau pejabat yang mewakili, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan penelitian di tingkat Polda dan Polres/ta. Kegiatan berlanjut pada Selasa hingga Rabu, 5–6 Mei 2026, dengan fokus penelitian di Polres/ta. Puncaknya pada Kamis, 7 Mei 2026, dilakukan penyerahan laporan hasil penelitian kepada Kapolda sebelum tim kembali ke Jakarta.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan wawancara mendalam kepada berbagai informan di tingkat Polres/ta, baik dari internal Polri maupun masyarakat. Dari unsur Polri, informan meliputi Kabag SDM, Kasat Binmas, Kasat Reskrim, operator program ketahanan pangan, Bakomsus pertanian, serta Bhabinkamtibmas. Sementara dari unsur masyarakat, wawancara dilakukan kepada petani jagung, kelompok tani, penyuluh pertanian, pihak Bulog, peternak ayam, serta pembudidaya ikan. Selain itu, tim juga melakukan observasi langsung ke lahan ketahanan pangan untuk memastikan efektivitas program yang berjalan.
Tim penelitian yang berjumlah empat orang ini dipimpin oleh Kombes Pol Guno Pitoyo, S.I.K., M.H. sebagai Ketua Tim, didampingi AKBP S.A. Kurniawan, S.Kom. selaku narasumber dari Korsabhara, IPTU Kristo Baptisto Sormin, S.T. sebagai anggota, serta Dr. Eko Sakapurnama, M.B.A., CHRM sebagai narasumber dari UI. Diharapkan hasil penelitian ini mampu memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus menjadi langkah nyata menuju kemandirian pangan dan terwujudnya Indonesia yang maju dan sejahtera pada tahun 2045













