Minahasa – Dalam upaya memperkuat kemampuan penanganan unjuk rasa yang berpotensi konflik, Polri melalui tim penelitian melakukan kajian bertajuk Optimalisasi Almatsus Dalmas Polri guna Penanganan Unjuk Rasa Berpotensi Konflik dalam rangka Mewujudkan Harkamtibmas. Penelitian ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana Dalmas di satuan kewilayahan agar mampu menghadapi dinamika gangguan keamanan secara profesional, humanis, dan terukur.

Penelitian ini berfokus pada beberapa aspek penting, di antaranya mengidentifikasi dan menganalisis kondisi riil Almatsus Dalmas yang tersedia saat ini di lapangan, memetakan berbagai kendala yang dihadapi personel saat penggunaan peralatan, serta merumuskan langkah-langkah peningkatan kualitas dan optimalisasi pemanfaatannya. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan Polri mampu meningkatkan efektivitas penanganan massa sekaligus meminimalisir potensi eskalasi konflik.
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini cukup komprehensif, meliputi pengisian kuesioner secara daring oleh personel fungsi Samapta, wawancara mendalam (indepth interview) dengan sejumlah pejabat dan operator terkait, observasi langsung terhadap kondisi Almatsus Dalmas serta sarana pendukung lainnya, hingga dokumentasi dan publikasi kegiatan. Untuk kegiatan online, tercatat sebanyak 100 responden dari tingkat Polda dan 50 responden dari tingkat Polres/Polresta turut berpartisipasi memberikan data dan pengalaman lapangan.
Sementara itu, kegiatan offline meliputi pembukaan penelitian, pelaksanaan wawancara mendalam dengan informan kunci seperti Kasatsamapta, Kabaglog, Kanit Dalmas, operator kendaraan taktis (Rantis), serta operator gudang, masing-masing satu orang. Selain itu, dilakukan pula pengecekan langsung terhadap Almatsus Dalmas pada fungsi Samapta guna memastikan kondisi riil peralatan serta kesiapan operasionalnya. Penentuan Polres/Polresta sebagai sampel penelitian dilakukan melalui koordinasi antara tim Puslitbang Polri dengan jajaran Polda.
Adapun rangkaian kegiatan penelitian dilaksanakan mulai Minggu, 3 Mei 2026 dengan keberangkatan tim dari Jakarta, dilanjutkan pelaporan kedatangan kepada Kapolda pada Senin, 4 Mei 2026 serta pelaksanaan penelitian di tingkat Polda dan Polres. Kegiatan berlanjut pada Selasa hingga Rabu, 5–6 Mei 2026 di jajaran Polres, sebelum akhirnya pada Kamis, 7 Mei 2026 dilakukan penyerahan laporan hasil penelitian kepada Kapolda dan tim kembali ke Jakarta. Tim penelitian ini terdiri dari empat orang, yakni Kombes Pol Guno Pitoyo, S.I.K., M.H. sebagai Ketua Tim, AKBP S.A. Kurniawan, S.Kom. sebagai narasumber Korsabhara, IPTU Kristo Baptisto Sormin, S.T. sebagai anggota, serta Dr. Eko Sakapurnama, M.B.A., CHRM sebagai narasumber.
Melalui penelitian ini, diharapkan terwujud rekomendasi konkret guna meningkatkan kualitas Almatsus Dalmas serta kesiapan personel di lapangan, sehingga Polri semakin optimal dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), khususnya dalam menghadapi unjuk rasa yang berpotensi konflik.













